Kamis, 08 Maret 2012

Organisasi???? Penting gak sih???

Beberapa hari yang lalu pas aku sama beberapa temenku lagi di ruang tatibsi buat ngurus surat dispen anak-anak (yang gak bisa aku sebutin sapa aja, karena itu bisa sangat menyita waktuku). Ya memang saat itu aku lagi ngurus surat dispen banyak anak untuk suatu urusan yang lagi-lagi gak bisa aku sebutin.
Tiba-tiba pas kita lagi sibuk nulis nama anak-anak itu, salah satu guru yang ada disana  nyeletuk ngomong yang intinya “kita (aku sama temen-temenku) gak bakal bisa sukses kalau terus kayak gini (ngurusin organisasi kita)”.
Denger kata-kata itu aku langsung shock, down, and speechless. (Haaah…. Lebaaay…) tapi emang itu yang aku rasain. Aku gak nyangka aja ada guru yang ngomong kayak gitu.

Tapi ada satu hal yang bikin aku bingung.


Beberapa hari sebelum kejadian itu terjadi, pas aku lagi pelajaran bahasa Inggris, waktu itu guruku bilang kalau apabila kita ikut suatu organisasi,  itu bisa jadi salah satu nilai lebih yang kita miliki pada waktu kita akan melamar pekerjaan pada suatu perusahaan (haah ribet banget siiih, yaa pokoknya gitu lah). Karena menurut dia, apabila kita pernah berorganisasi, itu artinya kita bisa bekerja secara tim, memiliki banyak pengalaman, dll.

Awalnya sih aku setuju dengan pernyataan guru bahasa inggrisku itu (sampai sekarang juga masih setuju sih). Tapi aku juga bingung, kenapa guruku yang satunya kok bisa bilang kayak gitu. Akhirnya setelah aku berpikir cukup keras (haah lagi lagi lebay), guruku gak salah kok kalau bilang kayak gitu. Mungkin dia pikir organisasi yang aku ikuti ini terlalu menyita waktu belajarku.

Tapi aku sangat berterimakasiiiih banget sama guruku itu. Karena kata-katanya itu bisa jadi motivasi buat aku. Dan aku bakal buktiin kalau “ORGANISASIKU GAK BAKAL GANGGU PELAJARANKU J


Oke deh,
Aku harap tulisanku diatas bisa bermaanfaat buat kalian..
Dan ada satu hal penting yang udah aku dapet dari kejadian diatas yaitu, kalau kita mendapat teguran atau perkatan-perkataan yang pada awalnya sangat tidak enak didengar oleh telinga kita, lebih baik kita jangan langsung marah atau gak terima. Karena mungkin aja dibalik perkataannya itu ada maksud baik dan bisa bermanfaat untuk kita.

Dan hanya untuk pengetahuan kita aja,aku coba cari-cari artikel mengenai Organisai. Lebih tepatnya tentang keuntungan berorganisasi. Sebenernya aku juga coba cari tentang kerugian berorganisasi, tapi sampai saat ini masih belum aku temukan artikel yang sesuai dengan harapanku. Paling-paling kerugian berorganisasi itu yakita jadi gak ada waktu, pelajaran jadi terbengkalai, ya semacam itulah pokoknya. Tapi kalau kita bisameminimalisir kerugian itu organisasi pasti akan sangat bermanfaat buat kita.  
Dan inilah kutipan dari artikel yang udah aku baca.


Berorganisasi di sekolah ternyata memiliki banyak nilai-nilai positif yang bermanfaat dalam pengembangan pribadi.

Menambah pengalaman

Dengan menjadi anggota panitia suatu kegiatan, kita mendapat pengalaman berorganisasi. Bagaimana bekerja dalam komunitas yang terdiri dari individu-individu majemuk, beraneka ragam latar belakang dan pola pikir. Ada yang berpikir cepat dan nyambung dengan pikiran kita, namun ada juga yang lemot dan enggak nyambung-nyambung.

Dengan kesibukan tambahan ini, mau tidak mau kita harus belajar strategi menyatukan visi, membagi kerja, dan menjalankan tugas. Istilah kerennya, job description masing-masing tugas harus jelas. Berbagai benturan yang mungkin terjadi saat menyatukan visi, tentu akan menjadi tambahan pengalaman tersendiri. Begitu pula saat pembagian kerja, kita menjadi terbiasa untuk bekerja secara team work, saling membahu, mendukung satu dengan lainnya.

Selain memperoleh pengalaman berorganisasi, kita juga mendapatkan pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang yang kita kerjakan. Misalnya, bila bertugas sebagai seksi publikasi, kita akan mendapat pengalaman bagaimana berhubungan dengan orang lain di luar kelompok sendiri, bagaimana mempromosikan kegiatan yang kita buat dan media yang akan digunakan.

Bergabung dengan kepanitiaan suatu kegiatan tentu membuat kita harus berinteraksi dengan banyak orang. Proses interaksi ini membuat kita menjadi kenal dan dikenal banyak orang. Dengan kata lain, melalui pergaulan yang luas, kita akan memiliki banyak teman.

Sikap mental

Kegiatan di luar sekolah juga membentuk sikap mental positif, misalnya kedisiplinan, ketekunan, kejujuran, dan percaya diri. Setiap kerja pasti ada target waktu (deadline) yang harus dicapai. Dengan adanya job description kita harus bisa memimpin diri sendiri, menentukan skala prioritas dan disiplin dalam menjalankan rencana kerja agar selesai sebelum target waktu (deadline) yang ditentukan.

Selain kedisiplinan, ketekunan kita juga terasah. Tidak semua tugas yang menjadi tanggung jawab, mudah dilaksanakan. Kadangkala ada tugas yang membutuhkan ketekunan, seperti mewawancarai orang penting yang sulit ditemui. Bila tidak tekun tugas kita tidak terselesaikan.

Jabatan yang kita emban berhubungan dengan kepercayaan. Dalam melaksanakan tugas, kita diberi kepercayaan, bisa berupa wewenang atau materi. Kita dituntut bersikap jujur, tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Hal ini membutuhkan keberanian untuk melawan keinginan negatif dan melatih kejujuran kita.

Dengan pengalaman yang kita dapatkan saat berorganisasi, secara sadar maupun tidak, tingkat kepercayaan diri kita juga meningkat. Kepercayaan diri yang tinggi ini amat berguna saat kita harus melangkah dan menentukan sesuatu. Bila kita percaya diri, maka kita akan lebih berani dalam menghadapi segala situasi.

Menambah pengalaman
Dengan menjadi anggota panitia suatu kegiatan, kita mendapat pengalaman berorganisasi. Bagaimana bekerja dalam komunitas yang terdiri dari individu-individu majemuk, beraneka ragam latar belakang dan pola pikir. Ada yang berpikir cepat dan nyambung dengan pikiran kita, namun ada juga yang lemot dan enggak nyambung-nyambung.

Dengan kesibukan tambahan ini, mau tidak mau kita harus belajar strategi menyatukan visi, membagi kerja, dan menjalankan tugas. Istilah kerennya, job description masing-masing tugas harus jelas. Berbagai benturan yang mungkin terjadi saat menyatukan visi, tentu akan menjadi tambahan pengalaman tersendiri. Begitu pula saat pembagian kerja, kita menjadi terbiasa untuk bekerja secara team work, saling membahu, mendukung satu dengan lainnya.

Selain memperoleh pengalaman berorganisasi, kita juga mendapatkan pengalaman dan menambah wawasan dalam bidang yang kita kerjakan. Misalnya, bila bertugas sebagai seksi publikasi, kita akan mendapat pengalaman bagaimana berhubungan dengan orang lain di luar kelompok sendiri, bagaimana mempromosikan kegiatan yang kita buat dan media yang akan digunakan.

Bergabung dengan kepanitiaan suatu kegiatan tentu membuat kita harus berinteraksi dengan banyak orang. Proses interaksi ini membuat kita menjadi kenal dan dikenal banyak orang. Dengan kata lain, melalui pergaulan yang luas, kita akan memiliki banyak teman.

Sikap mental
Kegiatan di luar sekolah juga membentuk sikap mental positif, misalnya kedisiplinan, ketekunan, kejujuran, dan percaya diri. Setiap kerja pasti ada target waktu (deadline) yang harus dicapai. Dengan adanya job description kita harus bisa memimpin diri sendiri, menentukan skala prioritas dan disiplin dalam menjalankan rencana kerja agar selesai sebelum target waktu (deadline) yang ditentukan.

Selain kedisiplinan, ketekunan kita juga terasah. Tidak semua tugas yang menjadi tanggung jawab, mudah dilaksanakan. Kadangkala ada tugas yang membutuhkan ketekunan, seperti mewawancarai orang penting yang sulit ditemui. Bila tidak tekun tugas kita tidak terselesaikan.
Jabatan yang kita emban berhubungan dengan kepercayaan. Dalam melaksanakan tugas, kita diberi kepercayaan, bisa berupa wewenang atau materi. Kita dituntut bersikap jujur, tidak menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Hal ini membutuhkan keberanian untuk melawan keinginan negatif dan melatih kejujuran kita.

Dengan pengalaman yang kita dapatkan saat berorganisasi, secara sadar maupun tidak, tingkat kepercayaan diri kita juga meningkat. Kepercayaan diri yang tinggi ini amat berguna saat kita harus melangkah dan menentukan sesuatu. Bila kita percaya diri, maka kita akan lebih berani dalam menghadapi segala situasi.

Keuntungan tambahan
Di luar semua itu, ternyata masih ada keuntungan tambahan yang bisa kita dapatkan dari kegiatan berorganisasi di sekolah. Keuntungan tambahan itu adalah suvenir-suvenir yang dapat kita koleksi untuk dikenang di masa depan. Suvenir-suvenir itu dapat berupa kaus, kartu kepanitian, bandana, topi dan lain-lain. Benda - benda yang sekilas tidak berharga itu mungkin bisa menjadi berharga karena menyimpan kenangan yang tidak tergantikan.

Namun, pada akhirnya betapa pun positifnya berorganisasi di sekolah, kewajiban utama kita sebagai pelajar adalah belajar. Kemampuan berorganisasi hendaknya disertai dengan kemampuan mengatur waktu dengan baik, agar kita dapat mendapatkan semua manfaat berorganisasi tanpa mengorbankan prestasi.
 Sumber: http://www.forumsains.com/sosial-dan-politik/manfaat-berorganisasi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar