Jumat, 09 Maret 2012

Kesempurnaan Cinta


Kesempurnaan Cinta
Tuhan ...
Saat aku takut merasa kehilangan
Ingatkanlah aku bahwa semua memiliki akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Punya Akhir
Tuhan ...
Ketika aku merindukan seseorang
Rindukanlah aku kepada orang yang rindu akan Cinta-Mu
Agar semakin besar kerinduanku pada-Mu
Tuhan ...
Jika aku harus mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar semakin kuat rasa cintaku pada-Mu
Tuhan ...
Saat aku sedang jatuh cinta
Tolona jagalah cinta itu
Agar ia tidak melebihi rasa cintaku pada-Mu
Tuhan ...
Ketika aku akan menunjukkan rasa cintaku
Biarlah kutunjukkan pada seseorang yang hatinya selalu mengingat-Mu
Agar ku tak jatuh cinta dalam cinta yang bukan karena-Mu
Karena sesungguhnya
Dicintai dan mencintai seseorang memanglah sangat berarti
Tapi dcintai dan mencintai-Mu akan lebih berartii
Dan kesempurnaan cintaku adalah cinta yang karena-Mu

Cinta


Suatu hari, ada seorang anak yang  bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Dan bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya menjawab, "Di depan sana ada ladang gandum yang luas. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali,  kemudian ambillah satu saja ranting.   Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap  paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"

Anak itu pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
Dan ia menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali.   Sebenarnya aku telah menemukan ranting yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat aku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi akhirnya tak kuambil satu batang pun “
Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"



Cinta itu semakin dicari, maka semakin sulit untuk ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika kita dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat. 
Sedang waktu dan masa tidak akan pernah bisa diputar mundur. Jadi “Terimalah cinta apa adanya”

Kamis, 08 Maret 2012

My Beloved Friends

untuk menjadi sedeket ini kita gak butuh waktu lama.
kita baru saling kenal pas kita kelas XI, itupun juga gara-gara kita sekelas. paling kalau kita gak sekelas kita juga gak mungkin bisa jadi sedeket ini.

banyak banget hal-hal yang udah kita laluin bereng-bareng.
Bahkan ke KM juga kita bareng-bareng.

O ya aku belum ceritain ya yang aku maksud "kita" itu sapa aja?
jadi yang aku maksud "kita" itu, aku, arit, asri, astri, nesa, dan risa.


itu salah satu foto kami

kita udah bagaikan saudara, kita bisa saling ngerti karakter masing-masing teman kita. itulah salah satu hal yang bikin kita jadi sedeket ini.

memang banyak banget perbedaan diantara kita, kadang kita ngerasa jengkel saat tiba-tiba salah satu dari kita bad mood dan ngeluapin semua kemarahannya ke kita. Tapi semua itu bisa kita atasi karna kita saling mengerti.


Satu harapanku, semoga persahabatan kita gak bakal putus sampai disini aja.

Temen yang Baik

salah satu yang bisa mempengaruhi pola pikir dan kepribadian seorang anak itu adalah temen. apalagi buwat kita para remaja. Temen itu besar banget pengaruhnya. Oleh karna itu kita harus pinter-pinter bergaul, jangan sampai kita bergaul dengan orang yang salah dan bisa berdampak negatif buat kita.




jujur sih sebenernya aku juga gatau gimana temen yang baik dan teman yang baik itu. Tapi aku sering denger, katanya temen yang baik itu adalah temen yang slalu ngajak kita untuk berbuat kebaikan, temen yang bisa terima kita apa adanya, dan temen yang dapat dipercaya alias bukan pembohong. 

jadi apakah temen kalian udah kayak gitu???

tapi saranku, sebelum liat teman kalian, liat dulu kalian gimana??
apa kalian juga udah pantes dibilang sebagai teman yang baik???

Organisasi???? Penting gak sih???

Beberapa hari yang lalu pas aku sama beberapa temenku lagi di ruang tatibsi buat ngurus surat dispen anak-anak (yang gak bisa aku sebutin sapa aja, karena itu bisa sangat menyita waktuku). Ya memang saat itu aku lagi ngurus surat dispen banyak anak untuk suatu urusan yang lagi-lagi gak bisa aku sebutin.
Tiba-tiba pas kita lagi sibuk nulis nama anak-anak itu, salah satu guru yang ada disana  nyeletuk ngomong yang intinya “kita (aku sama temen-temenku) gak bakal bisa sukses kalau terus kayak gini (ngurusin organisasi kita)”.
Denger kata-kata itu aku langsung shock, down, and speechless. (Haaah…. Lebaaay…) tapi emang itu yang aku rasain. Aku gak nyangka aja ada guru yang ngomong kayak gitu.

Tapi ada satu hal yang bikin aku bingung.

Malam Terakhir

    Aku masih tetap disini. Duduk di dalam area sebuah pemakaman keluarga, diatas sebuah keramik biru, ditemani dengan angin yang bertiup perlahan, serta suara daun-daun yang saling bergesekan. Melihat sebuah makam tanpa nama. Tetapi aku tahu siapa yang sedang tidur di dalam sana. Dialah ayahku, seseorang yang telah pergi meninggalkanku 9 tahun lalu.
    Setelah beberapa menit ku melihat makam tanpa nama itu, tak terasa air mataku menetes membasahi pipi. Tiba-tiba pikiranku melayang jauh, ku teringat akan malam itu. Malam terakhir bagi ayahku untuk melihat dunia yang indah ini, sebelum akhirnya ia pergi meninggalkanku, ibuku, dan kedua adikku.

                                                                              ***

Rabu, 07 Maret 2012

Asal Mula Selat Bali

Konon dahulu kala tersebutlah seorang begawan yang berbudi luhur, bernama Sidhi Mantra. Pengetahuan agamanya yang tinggi membuat masyarakat yang mengenalnya sangat menghormati dan menyeganinya. Sayang sekali, anak sematawayangnya yang bernama Manik Angkeran tumbuh dan berkembang menjadi seorang anak yang manja, semenjak ditinggal meninggal oleh ibunya.

Setelah dewasa Manik Angkeran berkembang menjadi anak pemuda berandalan, suka berjudi, terutama menyabung ayam. Sangat jauh panggang dari api dengan ayahnya. Nasihat dan petuah ayahnya, Begawan Sidhi Mantra tidak digubrisnya, Manik Angkeran semakin asyik dengan kebiasaannya berjudi sabung ayam. Karena kebiasaan judinya itulah, akhirnya segala harta kekayaan Begawan menjadi habis tidak bersisa.
Suat ketika, Manik Angkeran menemui sang Begawan. Dengan menghiba, dia meminta kepada Begawan Sidhi Mantra untuk membayarkan utang-utangnya yang sudah sedemikian banyak sehingga orang yang diutanginya selalu menagihnya, bahkan mengancamnya. Karena iba melihat raut muka anaknya, Begawan Sidhi Mantra menyanggupi permintaan anaknya terrebut.