Jumat, 09 Maret 2012

Cinta


Suatu hari, ada seorang anak yang  bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Dan bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya menjawab, "Di depan sana ada ladang gandum yang luas. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali,  kemudian ambillah satu saja ranting.   Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap  paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"

Anak itu pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"
Dan ia menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali.   Sebenarnya aku telah menemukan ranting yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat aku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi akhirnya tak kuambil satu batang pun “
Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"



Cinta itu semakin dicari, maka semakin sulit untuk ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika kita dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat. 
Sedang waktu dan masa tidak akan pernah bisa diputar mundur. Jadi “Terimalah cinta apa adanya”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar