Suatu hari, ada seorang anak yang bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Dan
bagaimana saya bisa menemukannya?"
Gurunya menjawab, "Di depan sana ada ladang gandum yang
luas. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting.
Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap
paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta"
Anak itu pun berjalan, dan tidak seberapa
lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun
ranting?"
Dan ia menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan
saat berjalan tidak boleh mundur kembali. Sebenarnya aku telah
menemukan ranting yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah
ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting
tersebut. Saat aku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi,
baru kusadari bahwasanya ranting - ranting yang kutemukan kemudian
tak sebagus ranting yang tadi, jadi akhirnya tak kuambil satu batang
pun “
Gurunya kemudian menjawab " Jadi ya itulah cinta"
Cinta itu semakin dicari, maka semakin sulit untuk ditemukan.
Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika kita dapat menahan
keinginan dan harapan yang lebih.
Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka
yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat.
Sedang waktu dan masa tidak akan pernah bisa diputar mundur. Jadi “Terimalah cinta
apa adanya”

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar